2020-06-30

Penanganan Pascapanen dan Pengolahan Produk Biofarmaka Untuk Meningkatkan Imun Tubuh

BPTP KALIMATAN SELATAN
...

Pada kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, beberapa upaya dilakukan untuk pencegahan penyakit. Salah satu upaya untuk mencegah covid-19 yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh. Upaya ini ditempuh dengan cara seperti, makan makanan bergizi, berjemur dan mengkonsumsi produk biofarmaka. Tanaman biofarmaka atau yang lebih populer disebut tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan. Terdapat dua jenis tanaman biofarmaka yaitu tanaman biofarmaka rimpang seperti jahe, laos/lengkuas, kunyit, kencur, lempuyang temulawak, temuireng dan lain-lain, serta tanaman biofarmaka non rimpang seperti sambiloto, kapulaga, mengkudu, mahkota dewa, lidah buaya, kejibeling dan lain-lain.

Pemanfaatan tanaman biofarmaka untuk kesehatan ini merujuk pada hasil rekomendasi WHO pada tahun 2005 serta hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman biofarmaka memiliki bahan aktif yang dapat menjadi imunomodulator (senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh) serta menjadi antivirus, seperti tanaman kunyit yang memiliki bahan aktif kurkumin yang bermanfaat sebagai imunomodulator dan antivirus yang menyerang pernafasan,  jahe merah yang memiliki bahan aktif gingerol dan zingiber yang dapat menjadi antivirus pada virus H5N1 dan sambiloto yang memiliki bahan aktif berupa Andrograph Olide derivatives yang menjadi imunostimulan dan antivirus pada vitus SARS CoV2 (Badan Litbang Pertanian, 2020).

Proses pascapanen memegang peranan penting dalam mempertahankan kualitas produk biofarmaka. Beberapa tahapan pascapanen yang dilakukan pada tanaman biofarmaka yaitu:

1. Sortasi dan Pencucian

Sortasi berfungsi untuk memisahkan produk dari kotoran serta menyeragamkan bentuk, ukuran, tingkat kematangan serta memisahkan yang baik dan yang rusak. Sortasi juga mempermudah pemasaran. Sedangkan, pencucian bertujuan untuk membersihkan produk dari kotoran. Proses pencucian meliputi penyemprotan, penyikatan dan pembilasan. Pencucian sebaiknya menggunakan air mengalir dan pencucian tidak boleh terlalu lama untuk menghindari zat-zat tertentu yang terdapat dalam bahan larut dalam air yang dapat mengakibatkan mutu bahan menurun.

2. Perajangan

Gambar 1. Proses perajangan

Gambar 1. Proses perajangan

Perajangan dilakukan apabila bahan rimpang akan diolah menjadi simplisia. Perajangan dilakukan menggunakan pisau atau alat perajang mekanis. Ketebalan irisan setiap rimpang berbeda-beda. Untuk Jahe 6-7 mm, temulawak 7-8 mm, Kunyit Kencur 3-5 mm. Bentuk irisan untuk jahe membujur karena pada rimpangjahe mengandung serat, sedangkan untuk temulawak dan kunyit dapat diiris melintang maupun membujur

3. Pengeringan

Gambar2. Proses pengeringan

Gambar2. Proses pengeringan

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air sehingga dapat mencegah pembusukan yang disebabkan oleh jamur atau bakteri dan dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Untuk produk simplisia, pengeringan dapat menggunakan sinar matahari, oven, atau blower pada suhu 50-60˚C.Pengeringan pada suhu tinggi dapat merusak komponen aktif sehingga terjadi penurunan mutu produk. Untuk pengeringan yang menggunakan sinar matahari, rajangan rimpang di tutup menggunakan kain hitam. Tujuan penggunaan kain hitam adalah untuk mengurangi intensitas panas dan sinar UV yang dapat merusak bahan aktif yang terkandung dalam bahan. Pengeringan dilakukan hingga kadar air mencapai 5% untuk produk daun yang ditandai dengan hancurnya daun ketika diremas dan 10% untuk produk rimpang yang ditandai dengan mudahnya rimpang dipatahkan. Pengeringan harus dilakukan diatas para-para dengan ketinggian minimal 5 cm dari permukaan tanah. Ketinggian yang dianjurkan adalah 1 m diatas permukaan tanah. Hal ini dilakukan agar bahan tidak terkontaminasi bakteri atau jamur yang ada dipermukaan tanah

4. Pengolahan

Tujuan pengolahan produk biofarmaka antara lain: untuk mendapatkan ekstrak bahan aktif dari tanaman, sebagai cara untuk pengawetan dan mempertahankan umur simpan, untuk penganekaragaman produk (diversifikasi) serta peningkatan nilai tambah dan memudahkan dalam pemasaran. Tanaman biofarmaka dapat digunakan untuk menangani gangguan kesehatan ringan dengan cara diramu menjadi minuman fungsional atau jenis produk pangan lainnya. Dalam meramu minuman berbahan dasar produk biofarmaka yang melewati proses pemasakan, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, seperti:

  • Pemasakan dilakukan dengan menggunakan api kecil atau sedang karena pemanasan yang berlebihan dapat menghilangkan atau merusak bahan aktif.
  • Memasak menggunakan panci tanah liat ataupun stainless atau gelas/kaca. Jangan menggunakan panci alumunium, timah atau tembaga karena mudah bereaksi dengan tanaman obat sehingga dapat meracuni dan mengurangi khasiat.  Ini berlaku juga untuk pengolahan TOGA menjadi produk olahan
  • Pembuatan ramuan obat dari bahan segar dilakukan dengan mendidihkan air terlebih dahulu, kemudian bahan dimasukkan dan dibiarkan 10 – 15 menit diatas api kecil dalam keadaan panci tertutup
  • Urutan meamsukan bahan tanaman obat dalam merebus : dahulukan yang keras yaitu batang kayu, kulit dan akar, setelah itu masukkan bahan yang lebih lunak.

Beberapa jenis produk hasil pengolahan tanaman biofarmaka antara lain:

a. Simplisia

Bahan: Jahe, kencur, kunyit, temulawak

Cara pengolahan:

  • · Timbang masing-masing rimpang dengan berat 2kg
  • · Bersihkan dan angin-angkinkan
  • · Potong rimpang dengan tebal 3-5 mm, kemudian letakkan diatas nampan
  • · Tutup dengan kain hitam
  • · Jemur dibawah sinar matahari hingga kering (±5 hari, KA 9-10%) atau keringkan dengan oven 40-60˚ C ± 8-10 jam. Simplisia kering berciri dapat dipatahkan dengan mudah.
  • · Kemas

Catatan: produk simmplisia yang baik memiliki ciri warna dan aromanya tidak menyimpang dengan produk aslinya, tidak bau apek, tidak tercemar jamur dan kadar airnya memenuhi syarat.

b. Beras kencur

Bahan: Kencur 250 g, Gula merah 250 g, Beras 150g, Garam, Air 1.5 L

Cara pengolahan:

  • · Bersihkan kencur dari kotoran yang menempel kemudian potong.
  • · Cuci beras, rendam selama 6 jam kemudian sangrai hingga harum dan dinginkan
  • · Blender beras dan kencur yang telah ditambahkan air hingga didapatkan sarinya, kemudian saring.
  • · Masak sari kencur dengan gula dan air sampai mendidih, kemudian saring, dinginkan dan kemas kedalam botol

c. Jamu godokan

Bahan: Simplisia temulawak 8 g, Simplisia jahe 5 g, Simplisia pegagan 5 g, Gula merah, Jeruk nipis, Pandan, Air 5 gelas

Cara Pengolahan:

  • · Campur semua bahan kemudian rebus.
  • · Masak hingga air tersisa kurang lebih 3 gelas kemudian siap disajikan

Catatan: Untuk jamu godokan, bahan yang digunakanbisa jenis apa saja, namun tidak melebihi 5 jenis bahan (Ambil jenis tanaman yang paling berhasiat). Semakin lama dilakukan perebusan, bahan aktif semakin berkurang. Bahan yang direbus bisa digunakan hingga 2 kali perebusan.

d. Bir Pletok Instan

Bahan: Jahe emprit 350 g, Serai 80 g, Cengkeh 6 g, Kayu manis 60 g, Pala 5 g, Kapulaga 10g, Secang 75 g, Gula Pasir 500 g, Air 700 ml

Cara Pengolahan:

  • Bersihkan jahe, rajang, kemudian dihaluskan menggunakan blender dan saring. Lalu didiamkan selama 2 jam
  • Masukkan kayu manis, serai, kayu secang, kapulaga dan buah pala. Rebus hingga mendidih, dinginkan.
  • Saring hasil rebusan, masak kembali air rebusan dengan ditambahkan gula pasir hingga membentuk bubuk kristal.
  • Ayak bubuk kristal kemudian kemas.

Catatan: dalam pembuatan minuman instan, setelah dilakukan penghancuran dengan blender, sari harus diendapkan terlebih dahulu minimal 1 jam untuk mengendapkan zat pati yang terkandung didalam bahan. Zat pati ini bersifat kurang baik untuk kesehatan, menyulitkan dalam proses pengkristalan dan mempermudah produk menjadi cepat rusak.

e. Manisan jahe

Bahan:Jahe 500g, Gula 1 kg, Air 100 ml, Garam

Cara Pengolahan:

  • Bersihkan kulit jahe dan hilangkan bagian yang busuk (jika ada) lalu potong tipis jahe
  • Rebus irisan jahe sampai mendidih, kecilkan api, didihkan dengan api kecil selama 30-45menit. Saring jahe lalu dinginkan (untuk menghilangkan getah)
  • Masak kembali jahe dengan 30 ml air jahe sebelumnya dan ditambahkan gula 0.5 kg dan sedikit garam. Masak hingga mendidih kemudian kecilkan api, diamkan sampai 30-45 menit
  • Kering anginkan jahe sekitar 2 jam diatas rak pengering
  • Setelah kering, lumuri jahe dengan gula

f. Permen jahe agar

Bahan: Jahe  1 buah ukuran besar, Gula 1.5 gelas, Air 2 gelas, Penambah aroma (pandan, kapulaga, kayumanis, cengkeh), Agar-agar plain 1 bungkus

Cara Pengolahan:

  • Bersihkan jahe dari kotoran yang menempel kemudian tambahkan air lalu blender.
  • Rebus jahe dan penambah aroma sampai mendidih kemudian saring.
  • Masak agar, sisa air, air jahe dan gula. Aduk terus menerus hingga berbusa.
  • Cetak lalu setelah kering, potong dadu
  • Jemur dibawah terik matahari kurang lebih 2 hari kemudian kemas

5. Pengemaasan dan penyimpanan

Pengemasan bertujuan untuk menjaga produk agar kualitasnya tidak menurun. Kemasan yang digunakan adalah kemasan yang mampu melindungi produk dari mikroba, pengaruh oksigen,  cahaya, uap air, kotoran atau serangga.Kemasan yang baik untuk produk kering adalah alumunium foil atau kemasan vacuum. Untuk produk basah menggunakan botol kaca yang berwarna gelap untuk mengurangi penurunan antioksidan selama penyimpanan.Penyimpanan dilakukan di ruang yang sejuk dan kering.

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan : PENGOLAHAN JAMU KESEHATAN
http://kalsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=886:susi-lesmayati-retna-qomariah-awanis&catid=14:alsin&Itemid=43